Kritik Arsitektur Impresionis - Istana Cipanas

/ Jumat, 05 Januari 2018 /
paragraf.co

Objek Kritik : Istana Cipanas

Istana Cipanas yang merupakan Istana Kepresidenan, terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Tepatnya lebih kurang 103 km dari Jakarta ke arah Bandung melalui Puncak. Istana ini terletak di Desa Cipanas, kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Istana Presiden Cipanas adalah satu dari enam istana Kepresidenan RI yang mana digunakan sebagai tempat pertemuan, kunjungan tamu atau bahkan acara-acara keluarga presiden. Bangunan istana ini sudah ada sejak 1740 dan sampai saat ini bangunannya masih kokoh berdiri dan menjadi saksi sejarah akan perjalanan Presiden Indonesia dari masa ke masa.

Metode Kritik : Kritik Impresionis (Verbal Discourse)

Kritik impresionis yakni menggunakan karya seni atau bangunan sebagai dasar bagi pembentukan karya keseniannya. Jadi kritik ini berhubungan dengan karya seni. Menggunakan figur atau bentuk bangunan lain sebagai bahan kritikan yang isinya bersifat nilai seni. Kritik ini berbentuk Verbal Discourse yang berarti ; Narasi verbal puisi atau prosa.


***


Kepingan Surga Indonesiaku

Bangunan itu berdiri anggun di kaki puncak
Bergaya tradisional namun tak menjemukan
Rupanya familiar digelayuti atmosfirnya yang ramah
Aduhai istana dengan banyak cerita

Kendati wujudnya yang tak banyak berubah
Bervariasi peristiwa telah meninggalkan jejaknya
Dari zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka
Bahkan perkara politik hingga sumpah cinta dua insan

Meski beberapa kali melalui peremajaan
Kayu dan papan masih menjadi ramuannya
Serambi panggung juga tetap menjadi idola
Dan siapapun dapat mencicipi nikmat pemandangannya

Letaknya yang terkepung oleh hutan kecil
Dengan beragam tanaman warna-warni tertata
Dan jalan setapak seolah membimbing
Bak rumah singgah di kala tersesat

Kepingan surga Indonesia katanya
Dengan suasana sejuk dan segar
Kolam pemandian singgasana
Serta enam paviliun berpencar mengelilingi induknya

Sayangnya tak tersohor namanya
Padahal permai sudah rupanya dihias dengan baik
Siang seperti oasis dan malam seperti belahan dunia lain
Malangnya kepingan surga Indonesiaku yang tersembunyi


***


Makna setiap bait kritik impresionis :


Istana Cipanas yang tidak terlalu megah dan sederhana.

A. Deskripsi prosa bait pertama :

Bangunan itu berdiri anggun di kaki puncak (1)
Bergaya tradisional namun tak menjemukan (2)
Rupanya familiar digelayuti atmosfirnya yang ramah (3)
Aduhai istana dengan banyak cerita (4)

  1. Istana Cipanas terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat.
  2. Bangunannya bercirikan khas gaya tradisional Indonesia.
  3. Penampilannya sederhana dan tidak megah seperti istana pada umumnya.
  4. Dibangun pada tahun 1740, dan berbagai macam acara telah diselenggarakan di Istana Cipanas ini.

Istana Cipanas zaman dahulu saat baru selesai dibangun.

B. Deskripsi prosa bait kedua :

Kendati wujudnya yang tak banyak berubah (1)
Bervariasi peristiwa telah meninggalkan jejaknya (2)
Dari zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka (3)
Bahkan perkara politik hingga sumpah cinta dua insan (4)

  1. Dari awal dibangun hingga sekarang, penampilan bangunan tak banyak berubah.
  2. Banyak kisah dan peristiwa mengenai Istana Cipanas ini.
  3. Berdiri sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustav W. Baron Van Imhoff oleh seorang tuan tanah Belanda bernama Van Heots, hingga melalui tahun 1945 dimana Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
  4. Di istana inilah  berlangsungnya sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Soekarno pada 13 Desember 1965, yang menetapkan perubahan nilai uang dari Rp 1.000,- menjadi Rp 1,-. Kemudian juga pernikahan Presiden Soekarno dengan Ibu Hartini pada 7 Juli 1953, sampai pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono (anak Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono) dengan Siti Ruby Aliya Rajasa (anak mantan Menko Perekonomian Hatta Radjasa) pun berlangsung disini.

Siapapun dapat mengunjungi Istana Cipanas.

C. Deskripsi prosa bait ketiga :

Meski beberapa kali melalui peremajaan (1)
Kayu dan papan masih menjadi ramuannya (2)
Serambi panggung juga tetap menjadi idola (3)
Dan siapapun dapat mencicipi nikmat pemandangannya (4)

  1. Istana Cipanas telah melalui beberapa kali renovasi untuk menyesuaikan fungsi-fungsi ruang baru pula.
  2. Istana Cipanas bangunannya sebagian besar terbuat dari papan dan kayu.
  3. Meski lama menjadi tempat peristirahatan orang Belanda, istana itu tidak kehilangan ciri keindonesiaannya. Hal itu ditandai dengan material kayu jati untuk bangunan gedung utama dan kaca patri khas Indonesia di bagian serambi depan.
  4. Bagi pengunjung yang ingin melihat dan menikmati liburan di Istana Presiden Cipanas Kota Bogor, maka cukup membayar tarif parkir saja. Jadi siapapun bisa menikmati sejarah dibalik Istana Kepresidenan Republik Indonesia sekaligus menikmati waktu bersama keluarga disana.


Pemandangan sekeliling bangunan inti komplek Istana Cipanas.

D. Deskripsi prosa bait keempat dan kelima :

(1)
Letaknya yang terkepung oleh hutan kecil
Dengan beragam tanaman warna-warni tertata
Dan jalan setapak seolah membimbing
Bak rumah singgah di kala tersesat

(2)
Kepingan surga Indonesia katanya
Dengan suasana sejuk dan segar
Kolam pemandian singgasana
(3)
Serta enam paviliun berpencar mengelilingi induknya

  1. Areal hutan istana ditumbuhi pepohonan tinggi dengan tatanan tanaman keras yang nyaman, seperti "pohon sosis" (Kigelia aethiopica Decne in Delles) dan pohon kayu manis, tumbuh hampir di setiap sudut halaman istana.
  2. Istana Cipanas terletak di kaki Gunung Gede yang berhawa sejuk. Masih di komplek Istana Cipanas, bagian belakang terdapat bangunan besar yang difungsikan sebagai Gedung Pemandian Air Panas. Pemandian air panas ini diperuntukkan bagi para tamu presiden yang sedang berkunjung ke Istana Cipanas.
  3. Ada delapan paviliun di areal istana, yaitu paviliun Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, Abimanyu, serta Tumaritis I dan Tumaritis II yang lokasinya agak terpisah dari sekitar gedung induk dan enam paviliun lain.

Pemandangan Istana Cipanas saat menjelang malam hari.

E. Deskripsi prosa bait keenam :

(1)
Sayangnya tak tersohor namanya
Padahal permai sudah rupanya dihias dengan baik
Siang seperti oasis dan malam seperti belahan dunia lain
Malangnya kepingan surga Indonesiaku yang tersembunyi

  1. Istana Presiden Cipanas adalah satu dari enam istana Kepresidenan RI yang mana digunakan sebagai tempat pertemuan, kunjungan tamu atau bahkan acara-acara keluarga presiden. Namun Istana Cipanas tidak begitu banyak diketahui eksistensinya oleh masyarakat Indonesia sendiri. Karena sedikit peristiwa fenomenal yang sering berlangsung disini. Tidak seperti Istana Negara yang berada di Bogor, yang namanya telah diketahui setidaknya 70% - 80% masyarakat Indonesia.

***



Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Cipanas
https://www.antaranews.com/berita/662815/mengenal-istana-kepresidenan-rahasia-kehangatan-istana-cipanas
https://www.antaranews.com/berita/662823/mengenal-istana-kepresidenan-pesona-istana-cipanas
https://www.tempat.co.id/wisata/Istana-Presiden-Cipanas
http://presidenri.go.id/istana-cipanas
http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/stcontent.php?id=183&lang=id

STUDI EKSKURSI - TUGAS 5 & 6

/ Senin, 12 Juni 2017 /
(Click to view/download)

***

TUGAS 6

VICTORIA PEAK ON A VERY CLOUDY DAY!

Hari Minggu tanggal 23 April 2017, menjadi salah satu hari tak terlupakan bagi gue cause finally i've got my wish granted! Yep, liburan ke luar negeri bareng temen-temen kelas akhirnya menjadi kenyataan, dan wishlist nomor 166 punya gue udah bukan jadi angan-angan doang. (my wishlist)

Bukan nomor 166 aja yang udah gue coret, bahkan nomor 7 yang isinya harapan gue untuk pergi ke Hong Kong - Macau - Shenzhen sekaligus akhirnya tercapai. Alhamdulillah, melalui KLA ini begitu banyak pengalaman yang gue dapet.

Nah, berhubung gue ditugasin buat bikin ulasan mengenai my most favorite place selama liburan 5 hari di HOSHEMA, yuk simak cerita singkatnya!

Tepatnya satu hari setelah menapakkan kaki di Hong Kong, gue dan rombongan disibukkan dari jam 7 pagi di hotel untuk segera berkemas-kemas pindah lokasi dan memulai petualangan lainnya di sekitar Hong Kong. Sebenernya sih males juga, karena selain cuacanya yang dingin, langit mendung pun mendukung suasananya yang suntuk. Tapi untungnya pemandangan Hong Kong yang menakjubkan tak mematahkan semangat kami untuk terus aktif dalam tour.

Di Senin pagi itu kami langsung dibawa pergi menuju puncak sambil diceritakan oleh tour guide mengenai sejarah Hong Kong. Sepanjang perjalanan menuju puncak, banyak banget bangunan-bangunan megah yang berdiri di sisi puncak, bahkan oleh tour guidenya kami diceritakan pula latar belakang mengenai bangunan-bangunan tersebut.

Bangunan megah di puncak.

Tapi semakin kami keatas, awan mendungnya pun semakin terlihat kasat mata. Sangat disayangkan cuaca di Hong Kong pada waktu itu nggak begitu ramah menyambut kedatangan rombongan turis seperti kami ☹ Bahkan pas udah sampe di lokasi dan turun dari bus, hujan rintik perlahan mulai turun dan hembusan angin makin kenceng, membuat gue terpaksa membalut tubuh dengan pakaian tebal supaya nggak menggigil.

Setelah berjalan beberapa menit, gue dan kawan-kawan pun sampai di Victoria Peak. Masih dengan rintik-rintik tipis, gue memaksakan diri untuk berfoto ria dan menjelajahi daerah itu. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa alasan gue memilih destinasi ini sebagai tempat favorit? Well, alasannya simple sih... karena gue bisa ngeliat view Hong Kong yang keren abis!

View dari Victoria Peak.

Nggak gue sangka, ternyata gedung-gedung di Hong Kong itu tingginya luar biasa. Meski berkabut, tapi ujung kepalanya masih aja kelihatan, ckckck. Dan selain modal tinggi, warna-warnanya juga bervariasi. Ada yang pink, cokelat, oranye, hijau... beda banget sama Jakarta yang dominan monochrome dan ngebosenin deh pokoknya ¯\_(⌣̯̀⌣́)_/¯ hehe

To be honest sih gue nggak begitu banyak ambil foto disini, karena gue sibuk bengong aja ngeliatin viewnya. Dan yah karena gue terlalu malu untuk minta difoto, jadinya gue cuma ngajak temen untuk selfie aja deh.

Gue dan Anis. Maafin ya itu guenya lagi bengkak... makan terus sih.

Setelah selesai menikmati pemandangan Victoria Peak, rombongan gue diajak untuk pindah menuju Madam Tussaud di dekat situ. Sekalian beli oleh-oleh juga berhubung hari terakhir di Hong Kong sebelum pindah ke Macau.

Ya, itu cerita singkat gue di Victoria Peak. Karena gue cuma disuruh fokus ceritain satu tempat, jadi cerita gue juga minimalis deh ehehe. Semoga di lain waktu gue ke Hong Kong lagi dengan cuaca yang bagus! Aminn~
 
Copyright © 2010 Rufi Imanisa, All rights reserved
Design by Rufimns. Powered by Blogger